Tenaga Medis yang Meninggal Tangani Covid-19

Petugas Medis Berkorban Nyawa Tangani Corona
Tenaga Medis yang Meninggal Tangani Covid-19

Duka terus berdatangan dari para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan untuk mengatasi wabah Covid-19.

Ulasanviral.com – Bukan hanya waktu dan tenaga, deretan petugas medis ini berkorban nyawa demi tangani pandemi corona.

Duka terus berdatangan dari para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan untuk mengatasi wabah Covid-19.

Petugas Medis Berkorban Nyawa Tangani Corona

Berikut sederet kisah viral tenaga medis yang meninggal ketika bertugas, bahkan ada yang gugur bersama janin dalam kandungan.

1. Dokter Michael Robert Marampe

Seorang dokter muda atas nama Michael Robert Marampe meninggal dunia pada Sabtu 25 April 2020.

Dokter yang menjadi petugas medis di garda terdepan penanganan corona itu meninggal di Rumah Sakit Bahayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dokter Michael sebenarnya telah berencana menikah pada 11 April 2020.

Namun karena tenaganya dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid-19, ia rela menunda acara pernikahan.

Almarhum lebih memilih mendahulukan tugas kemanusiaan merawat para pasien corona.

Namun takdir Tuhan ternyata berkata lain.

Dokter Michael tertular Covid-19 selama bertugas.

Ia lantas mendapat perawatan di rumah sakit sebelum berpulang.

2. Perawat Ari Puspita Sari

Ari Puspita Sari, perawat RS Royal Surabaya, meninggal dunia pada Senin 18 Mei 2020.

Kabar meninggalnya perawat Ari diunggah di Instagram dokter Tirta pada Senin siang.

Dokter Tirta memajang foto Ari yang tengah tersenyum lebar.

Dalam keterangan foto itu disebutkan Ari meninggal dalam kondisi hamil.

Ia gugur bersama janin dalam kandungannya.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya rekan kerja kami.

Ari Puspita Sari, S.Kep., Ns.

Bersama janin yang dikandungnya.

Semoga husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan tabah…

Jangan biarkan pengorbanannya sia-sia…”

Sementara dalam caption unggahan, dokter Tirta kembali mengingatkan masyarakat tentang perjuangan sulit tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi corona.

Ia meminta agar pengorbanan tim medis jangan sampai sia-sia.

“Bendera setengah tiang

kami siap berkorban demi negara

5 tahun lagi belum tentu akan ada yg ingat hari ini

Turut berduka, hormat setinggi2 nya

Kami tidak pernah melawan, meski di bully, dibilang ini itu, dibilang ga ikhlas, sempet ditolak warga, dibilang berlebihan

Jika indonesia selamat dari covid, ingatlah perjuangan kami

Jangan biarkan pengorbanan kolega kami sia2.

Ingatlah kawan,” tulis dokter Tirta.

3. Dokter Wafa Boudissa

Dokter Wafa Boudissa gugur dalam kondisi hamil 8 bulan.

Ia bekerja di bagian bedah RS Ras El Oued, Borj Bou Arreridj, Aljazair timur, meninggal akibat Covid-19, Jumat (15/5/20200).

Kematian Wafa Boudissa memicu kemarahan warga Borj Bou Arreridj dan teman-teman korban di RS Ras El Oued.

Wafa sebenarnya telah mengajukan cuti kepada atasannya karena perutnya yang semakin besar.

Namun sang atasan menolak pengajuan cuti Wafa sehingga ia masih harus bekerja meski jelang waktu persalinan.

Pihak rumah sakit mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa almarhum Wafa Boudissa menjalani pemeriksaan di rumah sakit pada 9 Mei setelah menunjukkan gejala virus corona.

Tiga hari kemudian Wafa Boudissa dinyatakan positif COVID-19.

Dia bekerja di departemen bedah atas permintaannya, meskipun administrasi rumah sakit menyarankan agar dia pindah ke departemen bersalin.

Namun ia akhirnya meninggal.

4. Dokter Efrizal Syamsudin

Dokter Efrizal meninggal dunia pada 23 Maret dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona.

Dilansir Antara, dr Efrizal merupakan seorang dokter di Kota Prabumulih yang memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta dan Batam.

Ia adalah yang merawat kasus 02 di Sumatera Selatan.

Selain dua dokter itu, IDI juga telah mengumumkan beberapa dokter yang meninggal dunia akibat virus corona. Dua di antaranya adalah guru besar di UI dan UGM.

“Iya betul (positif COVID-19),” kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Humas IDI, Halik Malik menyebutkan data terakhir yang dihimpun ada 11 dokter yang meninggal dunia karena COVID-19.

Kemudian satu dokter berikutnya meninggal karena kelelahan.

“Terakhir totalnya sudah 12 dokter yang meninggal, 11 diantaranya terpapar COVID-19, satu dokter meninggal karena kelelahan dalam tugas terkait wabah Corona,” katanya.

Diketahui, Informasi dua anggota IDI yang meninggal dunia diunggah oleh akun twitter resmi IDI @PBIDI. Dalam cuitannya, IDI menyampaikan duka yang mendalam.

“IDI berduka,” cuit akun twitter @PBIDI.

BERITA VIRAL | ULASAN VIRAL | VIRAL KEKINIAN

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *